Senin, 06 Oktober 2008
experiment
Ilmuwan matematika Swiss Daniel Bernoulli (1700-11782) terkenal menemukan teori bahwa ketika kecepatan zat cair atau gas bertambah, tekanannya berkurang. Teori ini dikenal sebagai prinsip Bernoulli, dan merupakan dasar pengetahuan dari penerbangan pesawat terbang. Sayap pesawat terbang modern dibulatkan bagian atasnya. Hal ini menambah jarak dorongon udara yang bergerak relatif terhadap bagian pinggir yang lebih rendah dari sayap. Udara bergerak lebih cepat melewati bagian atas sayap daripada bagian bawahnya, sehingga tekanan lebih rendah pada bagian atas sayap. Tekanan udara yang lebih besar dari bawah menyebabkan gaya ke atas yang disebut gaya angkat, yang mengangkat sayap, dan pesawat.
Jika kamu menggantung dua lembar kertas sejajar satu dan yang lainnya dan hembus di antaranya, kertas-kertas tersebut akan bergerak miring ke atas. Perlakuan ini lebih baik lagi bila dilakukan dengan balon. Dengan m enghembus antara kertas atau balon, akan menambah kecepatan udara di antaranya, menyebabkan tekanan udara berkurang Tekanan udara yang lebih besar pada bagian luar dari tiap kertas atau balon menekan obyek ke dalam.
Terowongan angin merupakan alat yang digunakan untuk mempelajari aerodinamika (aliran udara yang melalui permukaan) objek. Kamu bisa membuat terowongan udara yang sederhana dan melakukan uji kemampuan pada model pesawat dan airfoil (contoh sayap).
Orville Wright (1871-1948), orang pertama kali di dunia yang terbang pada tanggal 17 Desember 1903, di Kitty Hawk, California Utara. DIa tidak akan pernah terbang jauh jika dia dan saudaranya belum menyelesaikan pengujian terowongan angin.
Alat dan Bahan yang Digunakan
::Kotak kardus yang berat (seperti l Kipas angin listrik kotak tempat komputer) l Kayu balsa, kotak sabun, atau karton l Pensil l Leml Cutter l Timbangan digital l Penyaring penyejuk udara (AC) atau busa tipis l Buku catatan l Isolasi l l Lembaran plastik bening yang lebarnya sama dengan dinsing kotak l Obyek yang berbeda-beda bentuknya, pesawat terbang kertas, model pesawat terbang ::
Prosedur
1. Buatlah kerangka luar terowongan angin dari kotak kardus:Tandai garis potongan pada kardus dengan pensil pertama kali, potong bagian luar menggunakan cutter. Kedua ujung kotak harus terbuka. Bagi kotak dalam dua ruang yang tidak sama besar dengan menutupinya dengan penyaring penyejuk udara, tahan dengan isolasi pipa, lebih kurang 1/3 dari ujung yang satu. Guna penyaring adalah untuk meluruskan aliran udara yang keluar. Buatlah jendela di satu sisi dari ruang yang lebih besar, 2 cm dari pinggir-pinggirnya. Masukkan selembar plastik bening dalam pinggiran untuk menjadikannya seperti kaca jendela, dan rekatkan dengan isolasi.
2. Tempatkan kipas angin dalam ruangan yang kecil sehingga udara berhembus melalui penyaring ke dalam ruang yang lebih besar. Balon tidak mengikuti prinsip Bernoulli untuk daya angkat aerodinamiknya. Balon naik karena gas yang ada di dalamnya (helium atau udara panas) yang kurang rapat daripada atmosfer sekelilingnya
3. Buat berbagai macam bentuk sayap dalam pengujian bentuk seperti yang diperlihatkan di atas, gunakan kayu balsa dan lem. Jika balsa tidak ada, kamu bisa menggunakan kotak sabun yang keras atau kardus. Jika kamu bisa, kunjungi lapangan udara dan pelajari bentuk sayap pesawat terbang.
4. Letakkan satu dari model sayap pesawat di atas timbangan digital. Ketika timbangan mengukur gaya ke bawah, letakkan model terbalik untuk memanfaatkan kumpulan gaya angkat. Rekat model ke bawah menggunakan isolasi, dengan sebuah kubus balsa kecil pemisah pegangan di atas permukaan timbangan. (Isolasi kubus balsa pada timbangan). Kegunaan pemisah adalah untuk melewatkan aliran udara pada bagian atas dan bawah contoh sayap (atau pesawat) menghadap kipas angin dan pembacaan skala timbangan harus menghadap ujung terowongan angin yang terbuka.
5. Pastikan timbangan di set untuk mengukur berat, kemudian tempatkan dalam ruang yang lebih besar.
6. Baca skala timbangan, kemudian hidupkan kipas angin dan baca skala timbangan lagi setelah beberapa detik. Bagaimana perbandingan angkanya? Dapatkah kamu menjelaskan perbedaannya? Jika kipas angin mempunyai variabel setting, kamu bisa mengambil pembacaan pada tiap setting (tinggi, sedang, rendah)
7. Uji obyek yang berbeda-beda bentuknya dan catat daya angkat dalam tabel. Analisa hasil kamu. Bentuk manakah yang terbaik kerjanya? Kamu juga bisa menguji daya angkat pesawat terbang kertas dan model pesawat lainnya, dan hubungkan data terowongan angin kamu ke data terowongan angin yang sebenarnya ketika kamu terbang naik pesawat. Adakah hubungan antara daya angkat pada pesawat mainan dan jarak terbangnya?
Jumat, 19 September 2008
Asteroid
Asteroid
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Asteroid adalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem tata surya kita.
Asteroid adalah contoh dari sejenis planet kecil (atau disebut juga planetoida), namun jauh lebih kecil dari sebua planet.
Selama 200 tahun Ceres dianggap sebagai asteroid terbesar. Namun pada 23 Agustus 2001, telah ditemukan asteroid yang lebih besar daripada Ceres. asteroid ini bernama 2001 KX 76, lintasan orbitnya di dekat Pluto. Asteroid yang paling kecil mempunyai diameter beberapa puluh meter. Asteroid termasuk benda minor di sistem tata surya, bersama dengan komet dan meteoroid.
Asteroid dalam sistem tatasurya
Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan, dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus, 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350[1] memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto) yaitu 129342 Ependes [2].
Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta[3]. Astéroid terluas dapam sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 1 Ceres, dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadnag terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat 99942 Apophis).
Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×1021 kg[4][5], atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, 1 Ceres bermassa 0.95×1021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%), dan 10 Hygiea (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, 511 Davida (1.2%), 704 Interamnia (1.0%), dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalna. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensial walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.